Kisah Datuk Paduka Berhala, Anak Raja Turki yang Persunting Putri Pinang Masak

Makam Datuk Paduka Berhalo (Dok. pariwisatajambi.com)

BATAM, MELAYUPEDIA.COM - Ketika menjejakkan kaki di Pulau Berhala, pasir putih nan elok dengan alam yang asri langsung menyambut kita.

Di pulau yang sudah sah menjadi milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) di Kepulauan Riau (Kepri), juga terdapat sebuah bukit kecil yang di atasnya terdapat sejumlah situs sejarah.

Salah satunya makam yang ada di sana yakni Makam Datuk Paduka Berhala. Konon, Datuk Paduka Berhala merupakan suami dari Putri Pinang Masak, yang disebut sebagai salah satu penguasa negeri Melayu Jambi keturunan Turki.

Pulau Berhala diambil dari nama seorang bangsawan Turki, yang diperkirakan menginjakkan kaki pertama kali di pulau ini.

Ia adalah Ahkmad Barus II yang juga dikenal sebagai Paduka Berhalo. Menurut catatan sejarah, ia adalah putra seorang raja Turki.

Perjalanan Paduka Berhala ketika itu diduga hendak menyiarkan Islam, namun terdampar di pulau tersebut. Ia pun akhirnya mempersunting seorang ratu kerajaan di Jambi, bernama Putri Salaro Pinang Masak.

Keduanya pun memimpin kerajaan Melayu II hingga turun-temurun. Keturunan dari kedua dikenal oleh masyakat Jambi dengan gelar Orang Kayo Pingal, Orang Kayo Kadataran, Orang Kayo Hitam, dan Orang Kayo Gemuk.

Keturunan yang cukup terkenal adalah Orang Kayo Hitamm dengan keris Siginjei-nya yang menjadi raja Jambi pada generasi itu. Sejarah ini sendiri tercatat dalam buku Sejarah Nasional Indonesia III terbitan Balai Pustaka lho.

Di perkirakan Paduka Berhalo masih sering mengunjungi pulau tersebut, walau ia sudah mempersunting seorang ratu dari daratan Sumatera.

Ia pun akhirnya menghembuskan nafas terakhir, di pulau yang pertama kali ia injak di Nusantara ini.

Makam tersebut berada di bukit dengan ketinggian sekitar 10 meter, dari komplek perumahan warga. Letak makamnya berada di sebelah selatan, tidak jauh dari pemukiman warga.