10 Perusahaan Data Centre Investasi di Nongsa Digital Park

Nongsa Digital Park. (ist)

Batam - Industri bidang digital semakin berkembang dan menarik banyak investor di Batam. Terutama bisnis pusat data (Data Centre) yang jumlahnya terus bertambah. 

Presiden Direktur Nongsa Digital Park (NDP) Michael Wiluan mengatakan, investor bidang pusat data sudah menyewa seluruh slot di lahan mereka. Total 10 slot lahan telah dinegosiasi agar disewakan untuk pusat data. 

“Tiga slot sudah konfirmasi, dan masih ada 7 slot sudah mau diselesaikan,” ujar Michael usai groundbreaking pusat data GDS Holdings di NDP, Kamis (14/7/2022). 

Adapun tiga slot yang telah konfirmasi untuk dibangun pusat data di antaranya: GDS Holding Lte dengan total investasi mencapai USD 200 juta atau setara Rp 3 triliun, pusat data nasional (PDN) yang menggunakan pembiayaan bilateral, antara Pemerintah Korea dengan Pemerintah Indonesia melalui Economic Development Cooperation Fund (EDCF) dengan total investasi USD 160 juta atau setara Rp 2,4 triliun. 

Dan Perusahaan asal Singapura, Data Centre First dengan total investasi mencapai USD 300 juta atau setara Rp 4,5 tirilun. Proyek ini diberi nama Nongsa One. “Tahun 2023 juga akan ada groundbreaking lagi,” katanya. 

Michael menyampaikan pulau Batam merupakan daerah strategis karena dekat dengan Singapura dan Malaysia. Kemudian juga telah banyak fiber optik yang lewat Batam dari Singapura dan Malaysia ke Amerika Serikat dan Eropa di Tanjung Bemban. “Serta tidak ada masalah bencana alam di Batam,” katanya. 

Dengan semakin diliriknya investasi pusat data, Michael berharap pemerintah dapat terus meningkatkan infrastruktur listrik dan air. Selain itu, masih ada pekerjaan rumah yang perlu dibenahi lagi yaitu meningkatkan sumber daya manusia (SDM). 

“Ini PR kita bersama, bukan hanya Batam tapi seluruh Indonesia juga, kita ingin meningkatkan SDM Batam agar bawa technical talent untuk bisa service data center di sini,” katanya.