• Copyright © melayupedia.com
    All Right Reserved.
    By : MPC

    Aksi Menakjubkan Pelaut di Kepri Bawa Pompong Mode Kapal Selam

    Terlihat sebuah pompong (perahu kayu tradisional) melaju kencang di tengah laut dengan posisi bagian depan nyaris tenggelam menembus ombak, mirip seperti kapal selam. (Foto: tangkapan layar unggahan TikTok)

    Karimun, Melayupedia – Sebuah video yang memperlihatkan aksi ekstrem seorang pelaut di perairan Pulau Ngual, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, viral di media sosial TikTok. Dalam video tersebut, terlihat sebuah pompong (perahu kayu tradisional) melaju kencang di tengah laut dengan posisi bagian depan nyaris tenggelam menembus ombak, mirip seperti kapal selam.

    Video yang diunggah oleh akun @ANDANI_SAPUTRA-69- telah ditonton puluhan ribu kali dan mendapat respons besar dari netizen. Hingga kini, unggahan tersebut telah mengumpulkan lebih dari 33 ribu suka, 1.282 komentar, 1.635 simpanan, dan 972 kali dibagikan.

    Dalam caption videonya, sang kreator menuliskan:
    “Apapun yang terjadi harus dinikmati #pelautkepri”

    Aksi tersebut memantik decak kagum sekaligus kekhawatiran dari warganet. Banyak yang mempertanyakan kondisi lambung kapal, kekuatan mesin, dan keselamatan awak di tengah arus laut yang cukup kuat.

    “Lambung kapalnya rapet banget ini mah, kalau gak salah nggak ada celah,” komentar akun @Raihan, yang diamini banyak pengguna lain.
    “Ini bukti pembuatnya adalah senior. Walaupun udah begitu air tak dapat masuk,” tulis @Palalabae kagum.
    “Lambung kapal bocor & mesin mati, auto tenggelam,” tulis @nobody_gi, namun dibalas sang pencipta video: “Aman semua.”

    Tak sedikit pula yang menyebut momen ini sebagai bukti ketangguhan pelaut tradisional Kepri, yang sudah terbiasa menghadapi kondisi laut dengan modal keahlian dan keberanian.

    “Selagi mesin masih nyala, gas terus!” tulis @h4m_12, yang langsung direspons sang pembuat video dengan santai: “Gas bg.”

    Kejadian ini sekaligus membuka mata publik akan realita kerja keras para pelaut lokal, khususnya di wilayah pesisir seperti Karimun dan pulau-pulau sekitarnya. Kondisi cuaca yang tak menentu serta medan laut yang menantang tak menjadi penghalang bagi mereka untuk tetap melaut demi mencari nafkah.

    Meski begitu, sejumlah warganet juga mengimbau agar tetap mengutamakan keselamatan dalam pelayaran, khususnya penggunaan alat pelindung diri dan kondisi kapal yang layak laut.