• Copyright © melayupedia.com
    All Right Reserved.
    By : MPC

    Hj. Ismiyati Tinjau Pelaksanaan SPMB di Tanjungpinang, Temukan Ketimpangan Jalur Pendaftaran

    Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Hj. Ismiyati, S.Pd. AUD, melakukan kunjungan langsung ke sejumlah sekolah menengah atas (SMA) dan kejuruan (SMK) di Kota Tanjungpinang dalam rangka memantau proses Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026.

    Tanjungpinang, Melayupedia – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Hj. Ismiyati, S.Pd. AUD, melakukan kunjungan langsung ke sejumlah sekolah menengah atas (SMA) dan kejuruan (SMK) di Kota Tanjungpinang dalam rangka memantau proses Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026.

    Dalam peninjauan tersebut, Hj. Ismiyati menemukan adanya ketimpangan jumlah pendaftar antar jalur seleksi, khususnya pada jalur afirmasi dan prestasi yang mengalami kekurangan, sementara jalur domisili justru mengalami kelebihan pendaftar.

    “Dari hasil pantauan kami, perlu dilakukan evaluasi serius terhadap skema jalur pendaftaran SPMB. Terutama dalam memperkuat sosialisasi mengenai jalur afirmasi dan prestasi yang saat ini masih minim diketahui oleh masyarakat, khususnya siswa SMP,” ujar Hj. Ismiyati saat ditemui di salah satu SMA negeri di Tanjungpinang.

    Menurutnya, kondisi ini perlu segera direspons secara strategis agar pelaksanaan SPMB tetap berjalan optimal dan berkeadilan, terutama bagi calon peserta didik dari berbagai latar belakang sosial dan akademik.

    Dalam kesempatan tersebut, Hj. Ismiyati menyampaikan dua langkah konkret sebagai solusi atas temuan di lapangan:

    1. Perluasan Sosialisasi Jalur Pendaftaran

    Sosialisasi harus digencarkan dengan melibatkan seluruh satuan pendidikan jenjang SMP, baik negeri maupun swasta. Hal ini penting agar semua jalur seleksi — terutama jalur afirmasi bagi siswa kurang mampu dan jalur prestasi bagi siswa berprestasi — dapat dimanfaatkan secara merata dan proporsional.

    1. Penyesuaian Kuota yang Fleksibel

    Adanya kelebihan pendaftar di jalur domisili dapat menjadi solusi untuk mengisi kekosongan di jalur afirmasi dan prestasi. Penyesuaian kuota perlu dilakukan dengan cepat, fleksibel, dan tanpa menyalahi prinsip pemerataan.

    Hj. Ismiyati juga menekankan pentingnya perbaikan sistem seleksi tidak hanya dari aspek teknis, tetapi juga dari sudut pandang inklusivitas dan keadilan, agar setiap anak memiliki peluang yang sama untuk mengakses pendidikan berkualitas di jenjang menengah.

    Rangkaian kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen Hj. Ismiyati dalam menjalankan fungsi pengawasan sebagai wakil rakyat, khususnya dalam sektor pendidikan. Ia ingin memastikan bahwa kebijakan SPMB yang dijalankan oleh pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan dan realitas masyarakat di lapangan.

    Kunjungan Hj. Ismiyati mendapat sambutan positif dari kepala sekolah dan para orang tua siswa yang berharap evaluasi ini dapat menjadi pintu perbaikan dalam pelaksanaan penerimaan siswa baru di tahun-tahun mendatang.