• Copyright © melayupedia.com
    All Right Reserved.
    By : MPC

    DPRD Batam Minta Pemko Perkuat Pasokan Sembako Jelang Akhir Tahun

    Ketua DPRD Batam, Muhammad Kamaluddin. (Foto: istimewa)

    Batam, Melayupedia – DPRD Kota Batam meminta pemerintah daerah untuk memperkuat sekaligus memastikan pasokan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman menjelang akhir tahun. Langkah ini dinilai penting guna mengantisipasi lonjakan konsumsi serta potensi gangguan distribusi dari sejumlah daerah pemasok.

    Ketua DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaluddin, mengatakan periode Natal dan Tahun Baru selalu diiringi peningkatan kebutuhan bahan pokok di tengah masyarakat. Jika tidak diantisipasi sejak dini, kondisi tersebut berisiko memicu kelangkaan dan lonjakan harga.

    “Menjelang Natal-Tahun Baru, konsumsi biasanya naik. Karena itu penting memastikan pasokan cukup agar harga tidak melonjak,” ujar Kamaluddin, Senin.

    Menurutnya, pasokan bahan pokok dari Pulau Sumatera berpotensi terganggu akibat faktor cuaca yang saat ini masih tidak menentu. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak langsung pada ketersediaan barang di Batam yang selama ini cukup bergantung pada distribusi antarpulau.

    Untuk itu, Kamaluddin meminta pemerintah daerah menyiapkan alternatif pasokan dari wilayah lain sejak sekarang, sebagai langkah antisipasi jika jalur distribusi utama mengalami hambatan.

    “Jika distribusi dari Sumatera terganggu, Batam harus punya opsi suplai lain agar tidak terjadi kelangkaan di pasaran,” tegasnya.

    Selain menjamin ketersediaan pasokan, DPRD Batam juga menilai operasi pasar dan kegiatan sembako murah menjadi salah satu instrumen penting dalam pengendalian harga. Pemerintah daerah disebut telah merencanakan pelaksanaan operasi pasar di sejumlah titik sebagai upaya stabilisasi.

    Namun, Kamaluddin mengingatkan agar pelaksanaan sembako murah dilakukan secara tertib dan terkoordinasi dengan baik agar tidak menimbulkan antrean panjang maupun keresahan di tengah masyarakat.

    “Jangan sampai kegiatan sembako murah justru memicu keresahan. Pendistribusian harus terkoordinir dan tidak membuat warga menunggu lama,” katanya.

    DPRD juga mendorong peran aktif Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk memperkuat kerja sama dengan distributor, pelaku pasar, serta pihak kepolisian. Sinergi tersebut dinilai penting untuk mengawasi jalur distribusi sekaligus mencegah potensi penimbunan barang.

    Pengawasan ketat juga diminta difokuskan pada komoditas strategis yang selama ini rentan mengalami lonjakan harga, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, serta cabai.

    “Kami ingin masyarakat merasa tenang. Stabilitas harga ini harus dijaga supaya daya beli warga tidak tergerus,” ujar Kamaluddin.

    Dengan penguatan pasokan, pengawasan distribusi, serta operasi pasar yang tepat sasaran, DPRD Batam berharap kebutuhan pokok masyarakat menjelang akhir tahun tetap aman, harga stabil, dan tidak terjadi gejolak di pasar.