Himpun Aspirasi Warga, Anggota DPRD Batam `Turun Gunung` Gelar Reses Selama Sepekan
Ketua DPRD Batam, H. Muhammad Kamaluddin. (Foto: dok.DPRD Batam)
Batam, Melayupedia – Gedung wakil rakyat di Batam dipastikan akan sepi selama sepekan ke depan. Bukan karena libur, melainkan seluruh anggota DPRD Kota Batam tengah "turun gunung" menemui konstituennya. Mulai tanggal 31 Maret hingga 7 April 2026, para wakil rakyat ini resmi memulai agenda Reses Masa Persidangan II Tahun Sidang 2026.
Ketua DPRD Kota Batam, Haji Muhammad Kamaluddin, menegaskan bahwa reses ini bukan sekadar agenda formalitas di atas kertas. Ini adalah momen krusial bagi setiap anggota dewan untuk memasang telinga lebar-lebar, mendengar langsung apa yang menjadi keluhan dan impian warga di daerah pemilihan (dapil) masing-masing.
“Reses ini menjadi momentum bagi anggota dewan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kita ingin memastikan setiap aspirasi, keluhan, dan usulan pembangunan dapat terakomodir dengan baik,” tegas Kamaluddin.
Teknisnya lugas. Para anggota dewan akan menggelar pertemuan tatap muka dengan tokoh masyarakat, pengurus RT/RW, hingga berbagai organisasi kemasyarakatan. Di forum inilah, warga diberikan ruang seluas-luasnya untuk menyampaikan kritik maupun usulan pembangunan secara terbuka tanpa sekat.
Namun, Kamaluddin mengingatkan bahwa usulan warga tidak boleh berhenti hanya sampai di catatan reses. Semua aspirasi tersebut harus dikawal ketat untuk dibawa kembali ke gedung dewan, dibedah, dan diperjuangkan agar masuk ke dalam rencana kerja pemerintah.
Hasil reses ini nantinya akan dikonversi menjadi Pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD yang menjadi dasar penyusunan program pembangunan daerah.
“Usul-usul dari masyarakat di dapil masing-masing ini akan diperjuangkan anggota dewan baik melalui program pembangunan di OPD maupun melalui pokir anggota dewan,” singkatnya.
Melalui kegiatan reses ini, DPRD Batam ingin memastikan bahwa setiap rupiah dalam anggaran pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Sinergi yang kuat antara wakil rakyat dan warga menjadi jaminan agar pembangunan di Kota Batam tepat sasaran dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.







