Stop Data Ganda, Li Claudia Chandra Instruksikan Pembentukan Satgas Khusus Rapikan Data Penduduk Batam
Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra. (Foto: dok.Diskominfo Batam)
Batam, Melayupedia – Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, tidak ingin lagi ada tumpang tindih data kependudukan yang menghambat program pemerintah. Secara tegas, ia menginstruksikan pembentukan satuan tugas (satgas) khusus untuk merapikan dan menyinkronkan seluruh data warga di Kota Batam.
Instruksi ini disampaikan langsung dalam rapat koordinasi bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Kantor BP Batam, Senin (6/4/2026).
Bagi Li Claudia, integrasi data adalah harga mati. Tanpa data yang akurat, program strategis seperti pengentasan kemiskinan dan penekanan angka pengangguran mustahil bisa tepat sasaran. Ia pun memerintahkan agar Disdukcapil menjadi satu-satunya komando rujukan data kependudukan di Batam.
“Disdukcapil harus menjadi sumber data utama. Tidak boleh lagi ada OPD yang menggunakan data masing-masing. Semua harus terintegrasi dan sinkron agar kebijakan publik benar-benar berbasis data yang akurat,” tegasnya.
Rencananya, sebuah sistem aplikasi terintegrasi akan segera dibangun. Sistem ini nantinya bakal menggabungkan laporan kematian, jumlah penduduk aktif, hingga arus perpindahan penduduk dalam satu wadah digital yang terpadu.
Langkah awal perapian data ini akan difokuskan pada tiga wilayah dengan populasi terpadat, yakni Kecamatan Sagulung, Batam Kota, dan Bengkong. Tidak hanya di atas kertas, Li Claudia juga memerintahkan camat dan lurah untuk turun langsung ke lapangan guna memvalidasi domisili warga, termasuk mendata penduduk nonpermanen. Hal ini mendesak dilakukan mengingat tingkat akurasi data saat ini masih berada di kisaran 85 persen.
Data yang bersih dan valid ini nantinya akan menjadi "senjata" pemerintah dalam menjalankan berbagai program sosial. Mulai dari penentuan kuota sekolah, distribusi seragam gratis untuk siswa SD dan SMP, hingga verifikasi penerima bantuan iuran (PBI) kesehatan.
Li Claudia menekankan bahwa kemajuan ekonomi Batam tidak boleh hanya sekadar angka di atas kertas, tetapi harus dirasakan langsung oleh masyarakat bawah melalui data yang akurat.
“Saya ingin pertumbuhan ekonomi dan realisasi investasi yang tinggi sejalan dengan penurunan angka kemiskinan dan pengangguran. Kuncinya satu, data harus rapi dan valid,” ujar Li Claudia.
Gerak cepat ini turut dikawal ketat oleh legislatif. Ketua DPRD Kota Batam, Kamaluddin, bersama sejumlah anggota dewan hadir langsung dalam rapat tersebut untuk memastikan proses sinkronisasi data ini berjalan optimal dan transparan.






