Wali Kota Batam Amsakar Achmad Minta Proses Hukum Penangkapan Kapal Sembako Berjalan
Penangkapan kapal bermuatan sembako oleh TNI di perairan Batam.
Batam, Melayupedia - Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menanggapi penangkapan kapal bermuatan sembako oleh TNI di perairan Batam, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Senin, 24 November 2025 malam. Kapal yang memuat berbagai kebutuhan pokok, termasuk beras, itu rencananya akan dikirim dari Batam ke Karimun.
Amsakar mengungkapkan, penangkapan ini berawal dari sebuah laporan yang diterima langsung oleh Menteri Pertanian, Amran Sulaiman.
"Tadi pagi saya ikut zoom bersama Pak Mentan dan Pak Kepala Bulog RI, mengundang untuk zoom meeting terkait adanya komoditi yang diamankan di Tanjung Sengkuang, Batam," ujar Amsakar via sambungan telepon, Selasa, 25 November 2025.
Dalam pertemuan virtual itu, Menteri Pertanian menegaskan kembali komitmen pemerintah mengenai program swasembada pangan dan Asta Cita, yang merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk ketahanan pangan nasional.
Menurut Amsakar, kronologi penangkapan bermula dari laporan masyarakat yang masuk melalui aplikasi khusus milik Menteri Pertanian.
Laporan itu kemudian ditindaklanjuti secara berjenjang. "Itu di-follow up termasuk melalui Pangdam, Gubernur, Polda, dan lainnya, lalu Pak Dandim menindaklanjutinya beserta tim," jelasnya.
Menyikapi hal ini, Amsakar menyatakan bahwa Pemerintah Kota Batam berkomitmen penuh mendukung program ketahanan pangan pemerintah pusat. Untuk proses hukumnya, ia menegaskan agar dibiarkan berjalan sebagaimana mestinya.
"Nanti tunggu semuanya kelar dulu," katanya singkat saat ditanya tentang nasib muatan kapal.
Ia menambahkan bahwa koordinasi lebih lanjut akan dilakukan dengan Satgas Pangan. "Sementara ini, hanya itu yang bisa saya sampaikan. Karena ini masih dalam ranah dan kewenangan satu pihak. Pada intinya, jika semua sudah clear and clean maka akan disampaikan secara jelas," tutup Amsakar.
Hingga berita ini diturunkan, pemeriksaan mendalam terhadap muatan kapal dan tujuan pengirimannya masih terus dilakukan oleh pihak berwenang.







