• Copyright © melayupedia.com
    All Right Reserved.
    By : MPC

    Sidak Dishub di Greenland Batam Bongkar Tekanan Setoran Jukir: Rp250 Ribu Sehari, Wajib

    Trotoar Di Kawasan Greenland Yang Sudah Dilakukan Sidak Oleh Dishub. (Foto: Asrul/Batamnews)

    Batam, Melayupedia — Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap aktivitas juru parkir (jukir) di kawasan ruko Greenland, tepatnya di sekitar area Morning Bakery, Senin (27/4/2026).

    Selain penertiban trotoar, sidak ini mengungkap keluhan mendalam para jukir resmi terkait target setoran yang mencekik hingga maraknya jukir liar yang seolah kebal hukum.

    Operasi yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut bertujuan untuk mensterilkan trotoar dari kendaraan bermotor yang selama ini dikeluhkan mengganggu akses pejalan kaki.

    Juru parkir di kawasan Morning Bakery, Jun, menjelaskan bahwa petugas Dishub memberikan instruksi tanpa kompromi. Kendaraan roda empat kini wajib parkir secara paralel di bahu jalan dan dilarang keras menaiki trotoar.

    "Tadi dikumpulin semua jam 8 pagi. Arahannya parkir harus paralel dan tidak boleh lagi masuk ke trotoar. Kalau masih bandel, sanksinya izin jukir kami dicabut," kata Jun saat ditemui di lokasi.

    Namun, di balik penertiban ini, para jukir merasa berada di posisi terjepit. Salah satu jukir yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa mereka terpaksa memaksimalkan lahan hingga ke trotoar demi mengejar target setoran yang sangat tinggi.

    "Setoran saya Rp250 ribu sehari. Itu wajib, tidak ada kata-kata lain," tegasnya.

    Menurutnya, aturan parkir paralel secara otomatis mengurangi kapasitas kendaraan yang bisa ditampung. Hal ini berbanding terbalik dengan kewajiban setoran harian yang tetap tinggi, sehingga jukir merasa terbebani secara ekonomi.

    Hal yang paling disesalkan oleh para jukir resmi adalah ketidakadilan yang mereka rasakan. Di saat mereka ditekan dengan aturan ketat dan target setoran, banyak jukir liar tanpa seragam yang bebas beroperasi di area yang sama tanpa tersentuh sanksi.

    Para jukir mengaku sudah berulang kali melaporkan keberadaan jukir liar tersebut kepada pihak Dishub, namun hingga saat ini laporan mereka tidak mendapatkan respons nyata.

    "Kami yang resmi pakai seragam ditekan terus, disuruh ini itu. Tapi banyak jukir liar tak pakai seragamdi sini dibiarkan saja. Sudah kami kasih tahu ke orang Dishub, tapi tidak digubris," keluh jukir tersebut dengan nada kecewa.

    Penataan parkir ini juga dikhawatirkan berdampak pada kenyamanan pelanggan Morning Bakery dan unit usaha lain di Greenland. Dengan hilangnya lahan parkir di trotoar tanpa adanya solusi kantong parkir baru, pengunjung seringkali kesulitan mencari tempat, yang pada akhirnya bisa menurunkan omzet pedagang sekitar.

    Hingga berita ini diturunkan, para jukir berharap Dishub tidak hanya tegas kepada jukir resmi, tetapi juga berani menindak oknum jukir liar serta meninjau ulang besaran setoran harian agar sesuai dengan kapasitas lahan yang tersedia.