• Copyright © melayupedia.com
    All Right Reserved.
    By : MPC

    Stok Sapi Kurban Idul Adha 1447 H di Kepri Aman, Presiden Kirim Bobot Capai 1 Ton

    Ilustrasi peternakan sapi.

    Tanjungpinang, Melayupedia – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau baru saja menyelesaikan pendistribusian hewan kurban untuk Idul Adha 1447 H. Bukan hanya bantuan dari pemerintah pusat, tapi provinsi juga menyiapkan jatah spesial.

    Kisah kebaikan ini dimulai dari Istana Negara. Presiden Prabowo Subianto mengirimkan bantuan sapi kurban yang tersebar ke tujuh kabupaten dan kota di Kepri. Namun, Pemerintah Provinsi Kepri tidak mau kalah. Mereka juga menyiapkan satu ekor sapi jenis Limosin khusus untuk tingkat provinsi.

    "Benar, sapi untuk tingkat Provinsi Kepri itu jenis Limosin," ujar Rika Azmi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Kepri, saat dihubungi Jumat, 8 Mei 2026.

    Rika menuturkan, semua hewan kurban tersebut kini sudah sampai di wilayah tujuan masing-masing. Distribusi dilakukan lebih awal agar segala sesuatunya siap sebelum puncak perayaan.

    Yang menarik perhatian, kata Rika, kualitas sapi bantuan tahun ini sangat beragam. Dominasinya adalah sapi Simental, Peranakan Ongole (PO), dan Limosin. Namun, yang paling mencengangkan adalah bobotnya. Sebagian besar sapi memiliki bobot fantastis, berkisar antara 900 kilogram hingga 1 ton per ekor!

    "Jenis sapi yang dikirim itu ada Limousin, Simental, Peranakan Ongole (PO)," ucapnya.

    Lalu, bagaimana jika ada daerah yang menerima sapi bobotnya kecil? Pemerintah sudah punya akal. Ada kebijakan unik: jika bobot sapi hanya sekitar 400-600 kilogram, daerah tersebut akan mendapat dua ekor sapi sebagai kompensasi.

    "Iya, ada kabupaten yang menerima dua ekor karena bobot sapinya cuma 500 kilogram," ujar Rika.

    Rika memastikan semua hewan kiriman ini dalam keadaan sehat. Pengawasan kesehatan dilakukan super ketat, mulai dari peternak hingga tempat penampungan sementara. Langkah ini agar dagingnya layak dimakan masyarakat di pelosok Kepri.

    "Kita sudah surati kabupaten/kota untuk memperketat pengawasan," tegasnya.

    Tak hanya soal bantuan, Rika juga bercerita tentang stok hewan kurban secara umum di Kepri. Kabar baiknya, ketersediaan sapi sangat mencukupi. Diperkirakan kebutuhan masyarakat Kepri mencapai 7.000 ekor.

    "Kebutuhan sapi di Kepri berkisar 7.000 ekor," jelasnya.

    Pasokan didatangkan dari berbagai daerah seperti Lampung hingga Riau. Meskipun proses distribusi saat ini terbuka luas untuk wilayah Batam, Tanjungpinang, dan Bintan, pemerintah tetap tidak lengah. Aturan zona kewaspadaan terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK) masih diberlakukan.

    "Masih ada zona merah, kuning, dan hijau. Namun proses distribusi sapi saat ini terbuka luas," tuturnya.

    Rika mengimbau masyarakat untuk tidak panik atau khawatir. Dua minggu sebelum raya, para petugas kesehatan hewan akan segera turun ke lapangan untuk memeriksa fisik hewan kurban di kandang maupun tempat penampungan.

    Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai sapi yang terjangkit penyakit menular.

    "Sejauh ini belum ada ditemukan sapi bermasalah. Masyarakat tidak perlu khawatir karena ketersediaan stok sapi kita masih aman," pungkasnya.