Menko Polkam Tekankan Soliditas Forkopimda Jaga Stabilitas dan Optimisme Masyarakat
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago. (Foto. Istimewa).
Batam, Melayupedia – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menekankan pentingnya soliditas dan sinergi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam menjaga stabilitas daerah serta membangun optimisme masyarakat di tengah dinamika global dan ancaman disinformasi di ruang digital.
Hal itu disampaikan Djamari saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Forkopimda Regional Sumatera yang digelar di Aula BP Batam, Kota Batam, Rabu (12/8/2026).
Dalam arahannya, Djamari menyampaikan salam dari Presiden RI Prabowo Subianto kepada seluruh peserta Rakor. Ia mengatakan, Presiden memberikan apresiasi terhadap kerja dan sinergi Forkopimda di daerah sekaligus terus mengingatkan pentingnya kekompakan dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Semua kerja apa pun selalu beliau (Presiden) ingatkan tentang pentingnya kekompakan,” ujar Djamari.
Menurutnya, seluruh unsur Forkopimda harus memiliki tekad dan komitmen yang sama dalam menjalankan pemerintahan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Ia menegaskan, persoalan bangsa tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh unsur pemerintahan dan pemangku kepentingan.
“Tidak ada satu pekerjaan bisa diselesaikan oleh satu bagian saja. Kita bisa mengerjakan itu bersama-sama. Dengan tekad yang sama, komitmen yang sama, kita menyejahterakan bangsa ini bersama-sama,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Djamari juga membagikan buku Presiden Solusi kepada para peserta Rakor. Buku tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi para pemimpin daerah dalam mencari solusi terhadap berbagai persoalan sekaligus memperkuat sinergi dalam menjalankan program pemerintah.
Djamari turut mengingatkan bahwa dinamika global masih memberikan dampak terhadap berbagai negara dan belum dapat dipastikan kapan kondisi tersebut akan berakhir. Karena itu, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai penting untuk mengantisipasi berbagai dampak yang dapat dirasakan masyarakat.
Ia mengatakan, pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas dan melindungi masyarakat dari tekanan global, termasuk melalui kebijakan di sektor energi. Pemerintah, kata dia, berupaya menjaga harga bahan bakar bersubsidi sekaligus mencari sumber bahan bakar alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu pemasok.
Selain persoalan global, Djamari menyoroti ancaman disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian yang berkembang di media sosial. Menurutnya, kondisi tersebut dapat memengaruhi pola pikir masyarakat dan pada akhirnya mengganggu stabilitas serta optimisme publik.
“Saya mengistilahkan semua bahwa pertempuran kita itu ada di media sosial. Media sosial adalah ajang pertempuran kita berada di situ,” katanya.
Ia menilai dampak informasi yang menyesatkan tidak hanya berhenti di ruang digital, tetapi dapat melekat dalam pola pikir masyarakat, khususnya generasi muda.
“Disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian itu melekat di benaknya anak-anak kita, anak-anak muda kita, dan kita. Dan itu sangat berbahaya. Mengapa? Akan timbul manusia-manusia yang pesimistis,” tegas Djamari.
Karena itu, ia mendorong pemerintah pusat maupun daerah untuk memperkuat komunikasi publik dengan menyampaikan informasi yang benar, informatif, positif, dan membangun. Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi menyesatkan serta tetap memiliki kepercayaan dan optimisme terhadap masa depan bangsa.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Jenderal Pol. (Purn.) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa setiap unsur Forkopimda memiliki kewenangan dan kekuatan masing-masing. Menurutnya, kekuatan tersebut akan semakin efektif apabila dijalankan melalui sinergi dan koordinasi.
“Ini kami ingatkan kembali bahwa di Forkopimda ini sudah ada aturan hukumnya, masing-masing punya power, akan bagus kalau sinergi,” ujar Tito.
Tito mengakui bahwa membangun soliditas dan sinergi Forkopimda tidak semudah mengucapkannya.
Karena itu, ia mendorong agar forum koordinasi antarpimpinan daerah dilakukan secara rutin untuk menjaga komunikasi dan kekompakan.
“Solid dan sinergi ini di Forkopimda ini kata yang mudah diucapkan tapi mewujudkannya sulit sekali. Oleh karena itu, saran saya untuk membuat kualitas antar-Forkopimda ini, langkah formalnya mungkin dilakukan satu bulan sekali rapat Forkopimda ini. Jaga kekompakan,” katanya.
Rakor Forkopimda Regional Sumatera menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi berbagai tantangan. Soliditas Forkopimda diharapkan mampu menjaga stabilitas wilayah, mendukung kelancaran pemerintahan dan pembangunan, serta mempertahankan kepercayaan dan optimisme masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari. Dari Kemenko Polkam hadir Sekretaris Kemenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan, para deputi, serta staf khusus Menko Polkam.







