Pacu Laut Belakang Padang 2026 Dorong UMKM dan Ekonomi Masyarakat Batam
Sekdako Batam, Firmansyah, didampingi oleh Camat Belakang Padang, Hanafi, dan Tokoh Masyarakat Belakang Padang, Hasim dan Laode Salman.
Batam, Melayupedia – Ribuan pasang mata tertuju ke perairan Belakang Padang sejak Sabtu, 15 Agustus 2026. Deru mesin perahu bercampur sorak sorai penonton mewarnai perlombaan Pacu Laut yang digelar dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia. Namun di balik kemeriahan itu, ada denyut ekonomi yang ikut bergerak.
Ajang yang memuncak pada Senin, 17 Agustus 2026 itu tak hanya menghibur. Kehadiran peserta dari berbagai daerah, bahkan dari Malaysia dan Singapura, membawa berkah tersendiri bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Belakang Padang. Warung makan ramai, dagangan laris, dan penginapan penuh.
Pemerintah Kota Batam menilai kegiatan ini punya dampak ekonomi besar. Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, yang mewakili Wali Kota Amsakar Achmad, menyebut Pacu Laut sejalan dengan dua program prioritas: pengembangan pariwisata dan pemberdayaan UMKM.
"Ini sudah dua program prioritas Pak Wali yang disukseskan oleh masyarakat Belakang Padang. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui," ujar Firmansyah di lokasi, Senin, 17 Agustus 2026.
Ia menambahkan, antusiasme warga yang berbondong-bondong datang membuktikan kegiatan ini bukan sekadar seremonial.
"Begitu banyak masyarakat yang datang. Dari sini timbul dampak positif," katanya.
Tahun ini, jumlah peserta perahu layar meningkat dari 32 menjadi 37. Tokoh masyarakat Belakang Padang, H. Hasim, mengatakan hal itu tanda antusiasme yang terus membesar. "Alhamdulillah, kegiatan tahun ini lebih meriah. Kami harap ini bisa memajukan UMKM Batam, khususnya di Belakang Padang," ujarnya.
Harapan serupa disampaikan tokoh masyarakat lainnya, H. Laode Salman. Menurutnya, Pacu Laut memberi ruang bagi warga untuk mengembangkan usaha sekaligus memperkenalkan potensi bahari Belakang Padang ke pengunjung.
"Acara tahunan ini sudah ditunggu-tunggu, bukan hanya warga Batam tapi hingga mancanegara," katanya.
Dengan keterlibatan peserta dari Karimun, Malaysia, dan Singapura, Firmansyah menilai Pacu Laut kini naik kelas.
"Kalau kami lihat, ini bukan lagi tingkat kota. Ini sudah seperti tingkat provinsi," ujarnya.
Pemerintah dan masyarakat berharap, agenda tahunan ini tak berhenti sebagai perlombaan biasa. Mereka ingin Belakang Padang dikenal sebagai destinasi wisata bahari yang mampu mendatangkan lebih banyak pengunjung dan menggerakkan perekonomian warga dari generasi kini hingga anak cucu.







