Li Claudia Turun Langsung Cari Solusi Banjir di SMPN 28 Batam
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, bersama Deputi Infrastruktur BP Batam, jajaran tim BP Batam, serta Pemko Batam turun langsung meninjau kondisi sekolah tersebut untuk melihat persoalan sekaligus mencari solusi penanganan. (Foto: istimewa)
Batam, Melayupedia – Persoalan genangan air yang mengganggu aktivitas belajar mengajar di SMP Negeri 28 Batam menjadi perhatian serius BP Batam dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, bersama Deputi Infrastruktur BP Batam, jajaran tim BP Batam, serta Pemko Batam turun langsung meninjau kondisi sekolah tersebut untuk melihat persoalan sekaligus mencari solusi penanganan.
Dari hasil peninjauan, ditemukan kondisi geografis menjadi salah satu faktor yang membuat SMPN 28 Batam rentan terdampak limpasan air saat hujan dengan intensitas tinggi.
Sekolah tersebut berada di area daratan yang lebih rendah dibandingkan kawasan perumahan di sekitarnya. Kondisi ini membuat air dari lingkungan sekitar mengalir menuju area sekolah dan mengakibatkan genangan.
Situasi tersebut tentu berdampak terhadap kenyamanan dan kelancaran proses belajar mengajar para siswa.
“Kami melihat secara langsung kondisi sekolah yang berada di area daratan paling rendah dibandingkan kawasan perumahan di sekitarnya. Akibatnya, saat curah hujan tinggi, limpasan air dari lingkungan sekitar mengalir dan memenuhi area sekolah sehingga mengganggu aktivitas belajar mengajar,” ujar Li Claudia.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa hanya dilihat sebagai masalah genangan air semata. Penanganannya membutuhkan koordinasi lintas pihak serta perencanaan infrastruktur yang matang agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
“Permasalahan ini menjadi perhatian bersama. Kondisi yang terjadi hari ini merupakan tantangan yang harus kita selesaikan, karena pembangunan fasilitas pendidikan harus dipersiapkan dengan perencanaan yang matang dan berkelanjutan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” katanya.
BP Batam bersama Pemko Batam pun akan terus melakukan koordinasi untuk menentukan langkah penanganan yang paling tepat. Upaya tersebut tidak hanya diarahkan pada penanganan infrastruktur dalam jangka pendek, tetapi juga mempertimbangkan solusi jangka panjang.
“Kami akan terus berkoordinasi dan memikirkan solusi terbaik, mulai dari penanganan infrastruktur hingga langkah jangka panjang, agar SMPN 28 Batam dapat menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi anak-anak Kota Batam,” ujar Li Claudia.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan fasilitas pendidikan di Batam tidak hanya tersedia, tetapi juga mampu memberikan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi para siswa.
“Karena setiap anak berhak mendapatkan lingkungan pendidikan yang terbaik untuk meraih masa depan yang lebih cerah,” tutupnya.
(ADV)







