• Copyright © melayupedia.com
    All Right Reserved.
    By : MPC

    PLN Batam Proyeksikan Beban Puncak Listrik Naik Hampir Tiga Kali Lipat pada 2035

    Ilustrasi.

    Batam, Melayupedia – Beban puncak listrik di Batam diproyeksikan meningkat hampir tiga kali lipat dalam sembilan tahun ke depan. PLN Batam memperkirakan beban puncak yang saat ini berada di angka 841 megawatt (MW) pada 2026 akan mencapai 2.540 MW pada 2035.

    Proyeksi tersebut menjadi perhatian seiring meningkatnya kebutuhan energi, terutama untuk mendukung pertumbuhan industri data center di Batam.

    Anggota/Deputi Bidang Investasi Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), Fary Djemy Francis, mengatakan kepastian tarif listrik, keandalan pasokan energi, dan kesiapan infrastruktur menjadi faktor penting dalam transformasi Batam sebagai pusat data center regional.

    Hal itu disampaikan Fary dalam Sosialisasi Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 354.K/TL.04/MEM.L/2026 tentang Tarif Tenaga Listrik PT PLN Batam yang digelar PLN Batam di Hotel Mercure Batam, Jumat (25/9/2026).

    Berdasarkan pemetaan BP Batam, kapasitas eksisting, komitmen, dan pipeline industri data center di Batam telah mencapai 1,47 gigawatt (GW) IT.

    Pertumbuhan tersebut diperkirakan akan memberikan tekanan baru terhadap kebutuhan energi Batam. Fary menyebut 2029 menjadi titik penting, ketika kebutuhan listrik sektor data center diperkirakan mulai melampaui separuh beban puncak listrik Batam.

    Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan tersebut, daya mampu pasok listrik Batam direncanakan meningkat hingga 3.691 MW.

    Menurut Fary, peningkatan kebutuhan energi harus diikuti kesiapan utilitas dan perubahan pendekatan dalam pengembangan investasi.

    BP Batam mendorong paradigma “Utility First, Investment Follows”, yakni kesiapan utilitas menjadi bagian dari fondasi sebelum investasi baru masuk.

    Paradigma tersebut mencakup lima prioritas, yakni tarif listrik yang kompetitif, jaminan pasokan energi, percepatan pembangunan infrastruktur, ketahanan air, serta integrasi antara investasi dan kesiapan utilitas.

    “Setiap megawatt investasi baru harus datang bersama solusinya. Jangan sampai investasi datang lebih cepat daripada kesiapan listrik. Infrastruktur harus mendahului pertumbuhan, bukan tertinggal di belakangnya,” kata Fary.

    Ia mengatakan kebijakan energi di Batam perlu mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan kepastian bagi investor. Keandalan listrik dan pelayanan air juga dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.