Zulhidayat Resmi Jadi Ketua HA IPB Kepri 2025–2029, Siap Dorong Ekonomi Maritim Kepulauan Riau
Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, S.Hut., M.M., menerima bendera usai dikukuhkan sebagai Ketua DPD HA IPB Provinsi Kepulauan Riau Masa Bakti 2025–2029 di Aula Balairung Wan Seri Beni, Dompak, Sabtu (3/10).
Tanjungpinang, Melayupedia – Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, S.Hut., M.M., resmi dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) Provinsi Kepulauan Riau untuk masa bakti 2025–2029.
Pengukuhan berlangsung di aula Balairung Wan Seri Beni, Kompleks Perkantoran Gubernur, Dompak, Sabtu, 3 Oktober 2026, dirangkaikan dengan talkshow nasional bertajuk "Kepri di Gerbang ASEAN".
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) HA IPB, H. Fauzi Amro, S.Pt., M.Si. Usai prosesi, acara dilanjutkan dengan talkshow nasional mengangkat tema Dari Transfer Fiskal Menuju Transformasi Ekonomi Maritim: Membangun Daerah Kepulauan yang Mandiri, Produktif, dan Berdaya Saing Global.
Dalam sambutannya, Zulhidayat menegaskan komitmennya menjalankan amanah bersama seluruh jajaran pengurus. Ia menyatakan HA IPB Kepri akan menjadi wadah kolaborasi dan kontribusi nyata para alumni dalam mendukung pembangunan daerah.
"Amanah ini akan kami jalankan dengan semangat kolaborasi. HA IPB Kepri harus mampu menghadirkan gagasan dan kontribusi nyata, terutama dalam mengoptimalkan potensi pertanian, perikanan, pangan, lingkungan, dan ekonomi maritim untuk mendukung kemandirian serta daya saing daerah," ucapnya.
Menurut Zulhidayat, transformasi ekonomi maritim bukan sekadar pemanfaatan sumber daya laut. Lebih dari itu, potensi tersebut harus dikembangkan menjadi nilai tambah melalui inovasi, teknologi, penguatan sumber daya manusia, dan kolaborasi lintas sektor.
Ketua Umum DPP HA IPB, Fauzi Amro, turut mengapresiasi seluruh pengurus DPD HA IPB Kepri yang telah dikukuhkan. Ia menyampaikan ucapan selamat dan berharap amanah ini menjadi momentum memperkuat silaturahmi, kolaborasi, serta kontribusi alumni IPB bagi kemajuan daerah dan bangsa.
Fauzi meminta Ketua DPD HA IPB Kepri memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan membangun sinergi bersama Pemerintah Provinsi Kepri, pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, BUMD, dan sektor swasta. Ia juga mendorong pengembangan inovasi di sektor pertanian dan perikanan dengan mengoptimalkan potensi maritim dan agraris Kepulauan Riau guna memperkuat rantai pasok lokal serta mendukung ketahanan pangan nasional.
"Bangun kolaborasi lintas sektor, kembangkan inovasi pertanian dan perikanan, serta hidupkan ruang mentoring bagi mahasiswa dan alumni muda. Tiga hal ini menjadi bagian penting dari mandat yang kami berikan agar HA IPB Kepri dapat memberikan kontribusi nyata bagi daerah dan menyiapkan generasi alumni yang siap berkiprah di dunia kerja maupun kewirausahaan," ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Dr. Nyanyang Haris Pratamura, S.E., M.Si., menyambut baik terbentuknya kepengurusan DPD HA IPB Kepri Masa Bakti 2025–2029. Ia menilai keberadaan alumni IPB dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat pembangunan daerah, terutama dalam mengoptimalkan potensi Kepri sebagai provinsi kepulauan.
"Kepri memiliki karakter geografis dan posisi strategis yang berbeda dengan daerah lainnya. Potensi kelautan, perikanan, pertanian, pariwisata, logistik, budaya, serta industri maritim perlu dikelola secara terintegrasi agar mampu menciptakan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Ia berharap HA IPB Kepri tidak hanya menjadi wadah silaturahmi para alumni, tetapi mampu menghadirkan gagasan dan program konkret yang mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia, inovasi, pertanian, perikanan, pangan, dan ekonomi maritim.
"Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, alumni, dunia usaha, dan masyarakat menjadi penting dalam membangun ekosistem ekonomi yang produktif dan berdaya saing," pungkasnya.
Acara kemudian ditutup dengan Talkshow Nasional "Kepri di Gerbang ASEAN" yang membahas peluang dan tantangan Kepulauan Riau dalam mendorong transformasi ekonomi maritim menuju daerah kepulauan yang mandiri, produktif, dan berdaya saing global.







