• Copyright © melayupedia.com
    All Right Reserved.
    By : MPC

    Debit Waduk Nongsa Turun hingga 5,5 MDPL, Amsakar Achmad Siapkan Tiga Langkah Atasi Krisis Air

    Bersama Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, jajaran SPAM, dan tim teknis Moya, Amsakar turun meninjau waduk sekaligus merespons keluhan masyarakat.

    Batam, Melayupedia – Penyusutan debit air Waduk Nongsa berdampak pada terganggunya distribusi air bersih ke rumah warga di Kecamatan Nongsa, Kota Batam. Ketinggian air waduk saat ini tercatat hanya 5,5 meter di atas permukaan laut (mdpl), turun sekitar 4,5 meter dari kondisi normal.

    Kondisi tersebut mendapat perhatian langsung Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Bersama Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, jajaran SPAM, dan tim teknis Moya, Amsakar turun meninjau waduk sekaligus merespons keluhan masyarakat.

    Amsakar menegaskan, gangguan distribusi air yang terjadi di Nongsa bukan disebabkan oleh operasional data center maupun industri kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, persoalan tersebut dipicu penyusutan volume air waduk akibat musim kemarau.

    “Debit air waduk Nongsa mengalami penyusutan signifikan hingga berada di posisi 5,5 mdpl, turun sekitar 4,5 meter dari kondisi normal yang berada di kisaran 10 hingga 12,7 mdpl,” kata Amsakar.

    Untuk mempercepat pemulihan pasokan air, BP Batam bersama Pemerintah Kota Batam menyiapkan tiga langkah penanganan.

    Langkah pertama, mengalirkan tambahan air dari kawasan Kebun Raya menuju Waduk Nongsa. Amsakar telah menginstruksikan agar penyambungan pipa segera dilakukan sehingga debit air waduk dapat bertambah secara bertahap.

    Langkah kedua, memasang pipa booster kedua. Pipa utama akan dikombinasikan dengan pipa pendukung untuk memperkuat tekanan air menuju permukiman warga.

    Pekerjaan teknis pemasangan pipa tersebut ditargetkan rampung pada malam berikutnya agar distribusi air dapat segera diperkuat.

    Selain langkah teknis, Amsakar juga meminta jajaran camat, lurah, dan tokoh masyarakat menggelar Salat Istisqa atau salat meminta hujan sebagai ikhtiar spiritual menghadapi kemarau.

    Ia menyampaikan terima kasih kepada warga Nongsa yang tetap bersabar menghadapi gangguan pasokan air tersebut.

    Amsakar memastikan BP Batam dan Pemko Batam terus mengupayakan pemulihan distribusi air bersih agar kebutuhan masyarakat dapat kembali terpenuhi.

    (Adv)