https://melayupedia.com


  • Copyright © melayupedia.com
    All Right Reserved.
    By : MPC

    space iklan kosong P15

    Main Canang, Permainan Rakyat Seru dari Kaum Petani dan Nelayan

    Main Canang khas Kepri (Dok. jantungmelayu.com)

    BATAM, MELAYUPEDIA.COM - Main Canang adalah permainan rakyat, yang masih dikenal dan dimainkan oleh masyarakat Kepulauan Riau (Kepri). Di antaranya di daerah Gunung Kijang, Teluk Bintan, Bintan Timur, Tanjung Uban, Tambelan dan Teluk Sebong.

    Awalnya, Main Canang tersebut tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat kaum tani dan nelayan.

    BACA JUGA:

    Sekacak, Tutup Botol Bisa Jadi Mainan Tradisional Khas Kepri

    Wayang Cecak, Gerakan Boneka Diiringi Gendang dan Akordian

    Ternyata, Ada Keturunan Nabi Muhammad SAW di Pulau Buru Kepri

    Hal tersebut karena peralatan yang digunakan, terdapat di sekitar masyarakat lingkungannya, yaitu mempergunakan ujung-ujung kayu, bambu-bambu dan batu-batuan.

    Jadi, peralatan permainan canang terbuat dari potongan-potongan kayu. Permainan ini pada mulanya digemari oleh anak-anak, dari kaum nelayan dan petani biasa.

    Tapi kemudian, menjadi kegemaran bagi anak-anak kaum bangsawan, terutama putera-putera Datuk yang berkuasa pada zaman kekuasaan Sultan Riau.

    Hingga permainan canang ini, bukan saja kelihatan dimainkan di desa-desa. Namun terdapat pula di halaman rumah-rumah balai kediaman Datuk.

    Lalu, para pemain anak desa selalu pula diajak bermain, dalam pekarangan orang-orang besar, karena putera-putera datuk itu kekurangan kawan bermain.

    Main Beraje atau Berudung

    Permainan canang ada dua cara, untuk main perorangan disebut main beraje, dan untuk sistem beregu disebut berundung.

    Kayu Canang yang digunakan masing-masing sepasang, yang terdiri sebuah induk canang atau pemukul, dan sebuah anak canang.

    Jika main beraje atau perorangan yang membawa berturut-turut dari yang kesatu, kedua, dan seterusnya, setelah yang terdahulu mati.

    Dan jika main berudung atau beregu, yang membawa berikutnya seregu-seregu pembawa, bila mati diteruskan oleh rekannya.

    Demikian juga bila rekannya mati,  diteruskan oleh kawan seregunya, dan seterusnya, sampai semua kawan seregu selesai membawa semua.

    Nah, siapa yang duluan mencapai jumlah nilai seperti yang telah dijanjikan, maka regu itulah yang keluar sebagai pemenang.

    Demikian juga bila main beraja yang terdahulu mencapai nilai, seperti yang dijanjikan ia 
    keluar sebagai pemenangnya. Yang diikuti oleh pemenang kedua, ketiga, dan seterusnya hingga tinggal seorang yang kalah.

    Lucunya, yang kalah biasanya disebut lengit, biasanya lengit diberi hukuman menggendong rekannya yang menang satu persatu sepanjang arena tempat bermain Main Canang.

    Iklan P14