https://melayupedia.com


  • Copyright © melayupedia.com
    All Right Reserved.
    By : MPC

    space iklan kosong P15

    Megahnya Bangunan Santo Petrus Baloi, Gereja Pertama di Kota Batam

    Gereja Santo Petrus di Batam Kepri (Dok. tempatwisata.pro)

    BATAM, MELAYUPEDIA.COM - Selain wisata bahari yang begitu banyak dimiliki oleh Kepulauan Riau (Kepri), wisata religi pun tak kalah bagus untuk menarik banyak wisatawan.

    Seperti halnya Gereja Katolik Santo Petrus, yang berlokasi di Bukit Baloi Pulau Batam Kepri.
    Gereja ini merupakan gereja pertama yang ada di Batam.

    BACA JUGA:

    Desa Pancur Lingga, Wajah Hongkong di Kepri

    Situs Gedung Bilik 44, Impian Sultan yang Pupus Karena Penjajah

    Kisah 'Malin Kundang' di Batam yang Bernama Batu Malang Orang

    Gereja Santo Petrus yang dominan bercat coklat dan krem ini, menjadi gereja tertua di pulau ini. Dengan arsitektur yang sangat indah menjadikanya sebagai daya tarik untuk wisatawan mengunjunginya.

    Bangunannya sendiri sangat megah dengan dua lantai, mengambil gaya bangunan Eropa yang menambah nilai keindahan dari gereja ini.

    Sempat Berganti Nama

    Gereja Santo Petrus di Batam Kepri (Dok. jotravelguide.com)

    Menurut informasi, ajaran Katolik berawal dari perantau yang berasal dari Flores pada tahun 1956 hingga 1959, yang membawa kebiasaan doa bersamanya saat berada di Batam.

    Dari kebiasaaan doa inilah, mereka akhirnya membangun kapela sederhana, dengan nama Kapela Santa Maria.

    Hanya saja, pada tahun 1969 Kapela ini mengalami pergusuran karena tanah yang digunakan dalam pembangunan tidak memiliki izin.

    Setelahnya, Kapela ini dibangun ulang pada tahun 1971 dengan nama Kapela Santa Maria Sei Jodoh. Pembangunan ulang gereja ini menggunakan lahan perkebunan pendudukan yang berbaik hati mengizinkan menggunakan lahannya.

    Hanya saja, saat terjadi pemindahan kekuasaan, ternyata membawa dampak pada Kapela Santa Maria. Gereja ini kembali dipindahkan ke Bukit Baloi dan merubah nama menjadi Santo Petrus, hingga sekarang.

    Nama Santo Petrus sendiri, diambil dari kondisi Bukit Baloi yang penuh dengan berbatuan, sedangkan arti Petrus berarti batu karang.

    Akhirnya, pada tanggal 10 Mei 2009 Gereja Katolik St. Petrus ini pun diresmikan. Gereja ini juga dapat menampung, hingga 1200 jemaat yang akan melakukan ibadah di gereja tersebut.

    Iklan P14