https://melayupedia.com


  • Copyright © melayupedia.com
    All Right Reserved.
    By : MPC

    space iklan kosong P15

    PPKM Menurun, Tradisi Ngopi di Batam Kembali Menggeliat

    Ilustrasi ngopi (IST)

    BATAM, MELAYUPEDIA.COM - Status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Batam Kepulauan Riau (Kepri), sudah menurun drastis.

    Penurunan tersebut, membuat pengusaha warung kopi (warkop) di Kota Batam Kepri sedikit bernafas lega. Mereka kian lelauasa menjajalkan barang dagangannya, ke para pelanggannya. Tradisi ngopi di warkop pun, yang kembali menggeliat.

    Pengunjung warkop mayoritas dari kalangan orang tua. Biasanya mereka datang untuk minum secangkir kopi, sambil bercengkrama dengan rekan-rekan. Mengisi waktu kosong atau menjelang masuk waktu kerja.

    Pada hari Kamis, (21/10/2021) pagi sebelum beraktifitas, Anwar memilih mampir ke warkop untuk sarapan sambil ngopi.

    "Saya kalau masalah kopi udah candu," kata pria berusia 41 tahun itu.

    Bagi sebagian orang, minum kopi jadi seperti obat. Sehari bisa ngopi sampai tiga kali.

    "Wah, kalau libur lebih lagi, bisa sampai sore ini. Kawan ramai. Kita ngobrol tak putus kalau di kedai kopi ni," kata Anwar.

    Sewaktu aturan diperketat, aktivitas ngopi seperti ini tak bisa dirasakannya. Pasalnya warkop ditutup karena ikuti anjuran pemerintah.

    "Sekarang, Alhamdulillah. Semua udah semakin membaik. Korona mulai tak ada lagi. Jadi bagi pemilik usaha sudah ada angin segar," ujarnya.

    Salah satu pemilik warkop di Kawasan Sungai Jodoh, Ating mengaku, agak sedikit lega dengan kondisi pandemi di Batam yang semakin membaik. Ia harap semua kembali seperti sediakala.

    Dia menuturkan, di awal pandemi dulu, pendapatannya menurun drastis. Bahkan ia sempat menutup kedai karena tak sanggup membayar gaji karyawan. Di sisi lain, ada aturan PPKM yang membuat usaha makan minum ditutup sementara waktu.

    "Dulu itu, kami sampai tak sanggup lagi bayar gaji mereka (karyawan). Terpaksa dirumahkan dulu," katanya.

    Dari segi penghasilan saat awal Covid-19 melanda, ia enggan menyebutkan berapa besarannya, tapi dia memaklumi hal tersebut.

    "Tak perlu saya sebutkan berapa, lah. Yang jelas minim sekali. Tapi sekarang sudah lumayan," kata Ating.

    Ia kembali berharap kepada pemerintah untuk mempercepat vaksinasi bagi masyarakat. Baginya itu salah satu hal penting agar herd immunity terbentuk. 

    "Sejauh ini Pemko Batam sudah baik dalam penanganan Covid. Menurut saya pemerintah harus menggesa vaksinasi agar imun tubuh terbentuk. Masyarakat pun harus mau di vaksin, karena ini untuk kebaikan bersama. Ya, dengan menurunnya orang yang terjangkit Covid sekarang ini, tentu akan berimbas ke semua, termasuk ekonomi," ujarnya.

    Iklan P14