• Copyright © melayupedia.com
    All Right Reserved.
    By : MPC

    Rumah Warga di Pulau Lipan Lingga Roboh Tertimpa Pohon Mangga Lapuk, Satu Keluarga Diungsikan

    Sebuah rumah milik warga di Pulau Lipan, RT 003/RW 001, Desa Penuba, Kecamatan Selayar, Kabupaten Lingga, dilaporkan roboh akibat tertimpa pohon mangga yang dahannya sudah lapuk. (Foto: istimewa)

    Lingga, Melayupedia – Sebuah rumah milik warga di Pulau Lipan, RT 003/RW 001, Desa Penuba, Kecamatan Selayar, Kabupaten Lingga, dilaporkan roboh akibat tertimpa pohon mangga yang dahannya sudah lapuk. Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 15 Juni 2025, sekitar pukul 14.00 WIB dan menyebabkan kerusakan berat pada seluruh bagian rumah.

    Kepala BPBD Kabupaten Lingga, Oktanius Wirsal, mengonfirmasi kejadian tersebut dan menjelaskan bahwa penyebab utama robohnya rumah adalah kondisi dahan pohon yang sudah rapuh dan tidak kuat menopang beban saat cuaca sedang tidak bersahabat.

    “Penyebabnya dikarenakan sudah lapuknya dahan pada pohon,” ujar Okta kepada Batamnews, Senin (16/6/2025).

    Kabar musibah ini pertama kali diterima oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lingga yang sedang siaga di Kecamatan Singkep melalui grup WhatsApp internal BPBD. Setelah mendapatkan laporan sekitar pukul 15.30 WIB, tim langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan lapangan.

    Akibat insiden ini, satu keluarga beranggotakan tiga orang harus diungsikan ke rumah orang tua mereka untuk sementara waktu. Kepala keluarga yang terdampak diketahui bernama Yuda (34 tahun).

    “Seluruh bagian rumah mengalami kerusakan berat. Tidak ada korban jiwa, namun keluarga tersebut harus mengungsi,” tambah Okta.

    Tindakan yang Dilakukan BPBD Lingga yakni, melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian, mengambil data dan identitas korban terdampak, serta melakukan koordinasi cepat dengan aparat Desa Penuba untuk penanganan lanjutan.

    BPBD Lingga juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap pohon-pohon besar di sekitar rumah, terutama yang sudah tua atau menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

    “Kami mengimbau warga untuk melakukan pemangkasan pohon yang berisiko, terutama saat musim hujan dan angin kencang,” tutup Okta.